Tuesday, August 21, 2012

Menemukan Momentum di Ramadhan Tahun Ini (part 1)

Alhamdulillahirabbil Alamin, tahun ini masih bisa merasakan ramadhan, setidaknya ramadhan yang berbeda dengan tahun sebelumnya, ramadhan keempat di Jogja, dan ramadhan pertama yang aku habiskan hampir semua waktunya di Jogja.

Hari ini sudah di penghujung ramadhan, tentu banyak peristiwa yang dilewatkan, mungkin beberapa peristiwa perlu saya bagi, peristiwa yang menjadikanku menemukan momentum untuk melakukan hal-hal besar dan menemukan sesuatu yang berharga di bulan ini.

Awal ramadhan ini aku lewati dengan persiapan yang tidak bergitu baik. kenapa? karena saya tidak menyiapkan dengan memperbanyak puasa di bulan rajab maupun sya'ban. perbaikan bacaan al-Qur'an pun tidak saya lakukan, semuanya b
erjalan begitu saja. pun dengan pas masuk bulan ramadhan, saya tidak mempersiapkan kegiatan apa yang bisa saya isi. Nah.. yang kedua waktu memulai hari untuk berpuasa tahun ini juga bikin bingung, tapi ya mau bagaimana lagi moon signing berubah jadi moon fighting.. kejadian yang selalu berulang di Indonesia.

Mengajar TPA
Akhirnya Fera, seorang kawan akhwat yang menawari untuk membina TPA di suatu tempat yang awalnya saya juga tidak pernah mengenalnya. kawan saya itupun sebelumnya saya belum pernah bertemu secara fisik dan resmi kenalan, selama ini hanya bertemu di dunia maya dengan social network non-mainstresm (baca: Plurk). Tapi entah bagaimana ceritanya saya mengiyakan, saya pikir ini bsa buat bagi ilmu, setidaknya untuk anak-anak. *hehe 

Yang menarik sekaligus menggelikan adalah, hari pertama saya ngajar di TPA yang disebutkan untuk saya ngajar di situ. saya datang di sebuah masjid di daerah jalan magelang, nama desanya Murten, yang tidak lain adalah masjid di dekat rumah Liya, kawan yang saya kenal di GC. saya sms Fera "lokasinya di masjid al-istiqomah, nama TPAnya al-amin kan?, belom ada orang(pengajar lain) di sini". anak-anak sudah berkumpul, saya tanyakan siapa yang biasanya ngajar, ternyata belum datang juga. akhirnya saya inisiatif untuk memulai TPA duluan. memulai ngajar di tempat yang asing, anak-anaknya gak pada kenal siapa saya, mengajar dengan sedikit keanehan.. #haha
beberapa saat kemudian Fera dan beberapa pengajar TPA berdatangan, mungkin mereka bertanya-tanya dalam benak mereka "ini ada orang asing (tapi ganteng) kok tiba-tiba ngajar di TPA" *hahaha.Wajar mereka bingung, karena aku gak kenalan dulu sama mereka *bahkan sampe sekarang nama-nama pengajarnya tidak hafal semua #haha

singkat cerita di hari pertama, banyak kekakuan dan timbul gosip, itu yang ngajar TPA siapa? kok tiba-tiba datang dan ngajar. akhirnya ak disms Liya, "fahmi, kamu kok bisa ngajar di TPA-ku?" nah tambah bingung deh... "ak kemarin dimintain tolong Fera buat ngajar di TPA di tempatmu, ly"
 dia bales, "Fera kan bukan apa-apa di TPAku, mi. klo ada apa-apa sms k aku aja mi."
nah, semakin bingung saja nih... ah dari pada pusing mending tetep ngajar aja.. urusan itu buat yang lain..

hampir 3 minggu mengajar di sana, ada banyak hikmah dari semula hanya sekedar mengisi waktu kosong selama sore bulan ramdhan, jadi banyak pengalaman terukir. Mengenal anak-anak, dan memperbanyak saudara. walau hanya sekedar mengajarkan lagu-lagu sederhana, membuat mereka hafal huruf hijaiyyah dengan cara bernyanyi, mengenalkan rukun iman sudah cukup mempersaudarakan kami. pernah aku absen ngajar TPA 3 hari, mereka langsung menanyakan, "mas kenapa kemarin kok g kesini lagi?"

terimakasih anak-anak TPA al-Amin murten, telah menjadi bagian dari momentum keberkahan di bulan ramadhan..

*lanjut di part 2



0 komentar:

Post a Comment