Thursday, January 3, 2013

Mengenalkan Islam dengan Nadhom

"siapa nama istri-istri nabi? sebutkan 4 saja" tanya seorang ustadz dalam KRPH hari ini untuk yang bisa menjawab mendapatkan hadiah yang telah disediakan oleh panitia. karena saya tahu, saya jawab " Khadijah, A'isyah, Zainab binti Jahsyi, dan Hindun (yang lebih dikenal dengan ummu salamah)". "Ya, shohih" jawab sang ustadz

pertanyaan kedua untuk jama'ah putri, "siapa nama putra Nabi Muhammad saw?" kemudian ada yang menjawab "Ibrahim", sang ustadz menimpali "sebutkan semua, kan cuma ada tiga". dan yang menjawab tidak tahu nama putra nabi yang lainnya. sang ustadz mengganti pertanyaannya "siapa nama dua orang cucu nabi?". gampang saja dijawab "hasan dan husain". akhirnya dua buah mushaf utsmani diserahkan sebagai hadiah menjawab pertanyaan.

dari kejadian di atas pikiran saya terbang ke masa lalu, dan kemudian banyak bersyukur. di budaya keluarga kami sangat dekat dengan budaya nadhom. Nadhom itu penjelasan gampangnya mensyairkan ilmu pengetahuan menjadi sebuah bait syair dan pembacaannya menggunakan irama tertentu. penjelasan tentang nadhom menjadi satu bab tersendiri dalam ilmu Arudh wa Qafiyah. apa itu? penjelasannya mungkin di lain waktu saja..

contoh nadhom, ilmu nahwu dan sharaf di-nadhomkan menjadi seribu bait syair dan itu sudah mencakup semua hal. contoh lain aqidatul awam, ilmu aqidah dinadhomkan agar mudah dihafal dan dimengerti. terus kaitannya dengan kejadian di atas apa? nah... ketika sang ustadz nanya siapa nama putra nabi, pikiranku langsung teringat pada nadhom "Ya Aba zahra; wal Qashim, wa Abdillah", Wahai ayah Zahra', al-Qashim, dan Abdullah, yang dimaskud disini adalah nabi Muhammad. jawaban pertanyan ustadnya adalah Ibrahim, Abdullah dan al-Qashim. Saya bersyukur mengalami masa itu ketika menghafal sesuatu begitu menyenangkan karena dinadhomkan/disyairkan, dan ini ternyata masih membekas sampai sekarang.

cara ini sebenarnya bisa digunakan dalam masa sekarang dengan kemasan yang baru. yakni dengan membuat lagu dengan memasukkan pelajaran islam di dalamnya. cara ini pernah kami (tim KKN) lakukan ketika KKN, kami gubah sebuah lagu untuk mempermudah anak kecil menghafal huruf hija'iyah dengan lagu. dan hasilnya "wow" anak-anak kecil yang sebelumnya ogah-ogahan ngehafalin huruf hijaiyah jadi bersemangat melantunkan lagu yang di dalamnya kami masukan semua huruf hija'iyah. Selesai KKN pas saya diperbantukan untuk mengelola TPA selama ramadhan pun menuai hasil yang luar biasa..

cara ini pernah dilakukan ulama dan da'i zaman dahulu untuk mengenalkan din al-Islam dan memang berhasil di zamannya. nah.. yang jadi PR sekarang adalah... di zaman kita kok melempem aja yang menggunakan metode yang sama dengan pengemasan yang lebih modern dan seger...

berpikir mencari teman yang punya pemahaman islam bagus dan bisa musik, terus diajakin bikin lagu bareng, dibikin videonya, disebar secara gratis... *semoga bisa terlaksana... amiin..


0 komentar:

Post a Comment