Friday, January 26, 2018

BELUM DATANG, MENUNGGU , DAN SUDAH PULANG



  • Dari sekian kali datang ke rumah sakit terutama ke poli spesialis mata, ada beberapa hal yang menjadi bagian dari realitas pelayanan kesehatan di Indonesia. 
    Pertama: belum datang, dulu saat masih di Jogja, kunjungan ke poli mata RS Sarjito adalah kegiatan rutin sejak mahasiswa. Menyempatkan datang pagi pagi sebelum jam 8 untuk dapat nomor antrian pertama dan berharap agar segera terlayani. Harapan tinggal harapan, kenyataannya dokter spesialis mata yg bertugas baru datang jam 10. 
    Kedua: menunggu, dulu pernah menunggu untuk dilayani dokter sampai selesai menempuh waktu hampir 4 jam baru dipanggil. Dengan waktu segitu sama dengan waktu yang perjalanan Jogja-Semarang dengan angkutan umum. Sampai ada teman yang kebetulan sedang co-as di poli mata; menawarkan mushaf "ini mushaf buat dibaca sambil nunggu, mi".
  • fahmi.basyaibanKetiga: sudah pulang, hari ini ketika sudah pindah ke semarang dan tau jadwal dokter praktek adalah jam 4 sore, selepas kerja langsung ke rumah sakit. Menunggu di antrian hampir satu jam, begitu sudah di depan loket, petugasnya bilang "dokternya sudah pulang mas". #jengjeng

    Ga bisa dipungkiri ini realitas pelayanan kesehatan umum di Indonesia. Terbatasnya SDM dokter spesialis menjadikan demand pasien yang butuh penanganan lanjutan menumpuk di satu tempat. Dengan jumlah pasien yg besar dan dokter terbatas menjadikan antrian panjang terjadi hampir setiap hari. 
    Untuk di Jogja dan Semarang saja keadaannya masih begitu, di daerah lebih parah lagi. Menunggu di loket pendaftaran lama, menunggu di poli lama, menebus obat pun harus menunggu lama. Praktis seharian penuh, waktu produktif orang habis untuk layanan kesehatan yg sebenarnya hanya butuh waktu pelayanan satu jam. Bisa terbayang kan, berapa banyak waktu produktif orang terbuang begitu saja. Manajemen rumah sakit memang bukan perkara mudah dan sederhana.. Melihat keadaan tersebut, klinik premium hadir menjadi alternatif bagi orang yang enggan antri panjang dan kecewa. Antrian tidak ada, jadwal bisa diatur, dan pelayanan yang lebih ramah. Tentu semua itu ditebus dengan harga yang tidak murah. 
    Jadi mau ke pelayanan kesehatan umum atau ke layanan kesehatan premium?

20/05 2017
@fahmi.basyaiban

0 komentar:

Post a Comment