Thursday, March 17, 2011

Mahasiswa Jurusan Sastra Asia Barat FIB UGM Raih 2 Penghargaan FESCO 2011

Dua penghargaan kembali diraih oleh UGM, Best International Group dan 2nd best Music Award dalam Festival of Colour of the World (FESCO) 2011, 4-5 Maret 2011. Pada Festival tahunan yang digelar di Chancellor Hall Universiti Teknologi Petronas (UTP) Malaysia tersebut, UGM mengirimkan 17 Mahasiswa dari Jurusan Sastra Asia Barat FIB dan 1 mahasiswa TPHP fakultas Teknologi Pertanian, sebagai utusan budaya. Festival ini diikuti oleh berbagai universitas di Asia, seperti Walailak University Thailand, Universiti Malaysia Sabah, Universiti Tenaga Nasional, Universiti Teknologi Petronas, HELP University College, serta dimeriahkan oleh PETRONAS Performing Arts Group (PPAG).

Pada penampilan tersebut UGM menampilkan tiga pertunjukan diantaranya adalah Tari Rampoe yang dibawakan oleh 9 mahasiswi, Tari Rampoe adalah tari tradisional Aceh yang merupakan gabungan dari beberapa tarian tradisional Aceh seperti Saman Gayo, Likok Pulo, dan Rateeb Meuseukat. Penampilan gerakan tarian yang dinamis dan energik mampu menggemakan Chancellor Hall UTP dengan tepuk tangan meriah. Tim tari Rampoe ini adalah tim kesenian yang dimiliki Ikatan Mahsiswa Sastra Asia Barat FIB.
 
 Penampilan kedua adalah fusi Instrumen antara Instrumen Rapa’I (gendang tradisional Aceh) dan Instrumen Gamelan Melayu (Malaysia). Penampilan instrumen ini dibawakan oleh tim Rapa’i Sastra Asia Barat UGM dan tim Gamelan Melayu UTP. Penampilan yang menggabungkan instrumen tradisional dan modern ini berhasil menyuguhkan penampilan yang unik dan menarik. 

Penampilan terakhir dari tim UGM adalah tari Rapa’i Geleng, salah satu tarian tradisional Aceh yang dibawakan oleh 8 orang mahasiswa dari Jurusan Sastra Asia Barat FIB, yang semuanya memegang Rapa’I dengan diiringi seorang Syahi yang menyanyikan syair. Penampilan ketiga ini juga tidak kalah meriahnya dengan penampilan yang pertama dan kedua. Dalam rombongan misi budaya tersebut, walaupun berangkat dengan fasilitas yang terbatas dan tidak didampingi dosen, mahasiswa Sastra Asia Barat UGM tetap bisa menoreh hasil terbaik, terbukti dengan berhasil meraih dua penghargaan sekaligus.[fahmi]

0 komentar:

Post a Comment