• Jadi Navigator

    so kecil apapun kemampuan dan skill yang dipunya tentu itu akan bermanfaat buat orang lain, dan kemanfaatan itu nantinya akan menjadi burhan (bukti) yang akan mengantarkan kita ke surga...

  • Sepotong Senja Pantura

    Ombak laut kami begitu bersahabat, sehingga kami cukup menggunakan perahu kecil nan sederhana untuk mengarunginya untuk sekedar menyambung hidup

  • Sederhana

    sederhana itu cinta kita cinta yang disatukan semesta cinta yang ada sebab Tuhan mengingikannya....

  • Penghulu Istighfar

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, خَلَقْتَنِي, وَأَنَا عَبْدُكَ,

  • Mengejar matahari

    Selalu saja ada kenikmatan dan rezeki yang diberikan Allah pada hambanya, kita aja yang mungkin sering sombong dengan tidak bersyukur. Rezeki itu bukan cuma hal yang bersifat materi, tapi juga hal-hal yang bersifat abstrak, seperti kesehatan, dan kesempatan melihat keindahan ciptaannya... karena tak semua orang dapat memiliki dan merasakannya

  • Enter Slide 6 Title

    This is slide 6 description.

  • Enter Slide 8 Title

    This is slide 8 description.

  • Enter Slide 9 Title

    This is slide 9 description.

Monday, January 6, 2020

KEREBEKAN ITU TIDAK IDENTIK DENGAN PEREMPUAN



"Ketrigger judul postinganmu sih, Travelling with woman. Kebaca faktor woman ini segitu harus disesuaikan...

Isi tipsnya sih oke ya, even no 2, gak cuma laki2 sih, aku pun kadang ngerasa temen perempuan ada yg lelet (pake banget) juga.

Tapi temen cowok yg lelet juga, ya ada juga..."

Respon dari salah satu teman setelah membaca tulisan yang lalu. Saya berterima kasih sekali atas masukannya, tulisan itu ga bermaksud menggiring pada isu bias gender. Saya sudah menjawab dan jelaskan pada rekan tersebut, maksud dari tulisan itu tidak ingin mengidentikan bahwa kerebekan itu identik dengan gender especially perempuan.

Tulisan itu sebenarnya hanya untuk menjawab stigma atau stereotypes yang sudah muncul sejak lama, bahwa jalan dengan perempuan itu identik dengan kerebekan. Kenyataannya, dari pengalaman yang ada, "rasa" akan rebek dan overwhelmed itu tidak terjadi.

Tips yang tertulis pun sangat universal, bahwa rasa kerebekan itu datang dari faktor internal orangnya sendiri, bukan dari faktor eksternal yang menjadi faktor dominan seperti dengan siapa dan bergender apa teman perjalanannya. Selama orang selesai dengan faktor internal dirinya sendiri yang terderivasi pada sikapnya merespon sesuatu, semuanya akan baik-baik saja.

Stereotypes memang jadi musuh bersama karena menggiring pada prejudice, selain "perempuan itu rebek" stereotypes lain pada laki juga ada, "laki itu semuanya rapist". Sikap untuk percaya pada stereotypes tersebut dikembalikan ke pribadi masing-masing, mau terjebak atau memilih jadi jernih melihat sesuatu dengan hati-hati sebelum mengambil sikap.

Tabik,
Semarang, 06 Jan 20
@fahmi.basyaiban

@30haribercerita #30haribercerita #30HBC2006

Sunday, January 5, 2020

DIVINE SPEECH


Beberapa bulan lalu, salah satu teman dapat hadiah buku dari kakaknya yang baru pulang ke Indonesia. "Mi, ini buku dari kakakku.. Kamu baca dulu, aku masih ngerjain tesis. Nanti kalau udah selesai, jelasin ke gue". Duh enaknya nyuruh-nyuruh 😂. Kalau tidak karena bukunya menarik, ga bakal mau dijabanin. "Divine Speech: Exploring The Quran as Literature", Nouman Ali Khan dan Sharif Randawa. Buku ini bagus untuk pembelajar mula untuk memahami nilai sastra al-Qur'an, dari penggunaan diksi, story telling, keseimbangan penggunaan diksi, rima dalam beberapa ayat, dan mu'jizat ketepatan dan keteraturannya. Bagi yang sudah mempelajari buku Wawasan Qur'an, Dr. Quraish Shihab, buku ini jadi pelengkap untuk buku yang ditulis menggunakan bahasa inggris.

Bagi pembelajar lanjut yang sudah menamatkan _al-Itqan fi Ulumil Qur'an_ atau kitab _Mabahits fi Ulumil Qur'an _ yang sering dipakai di kelas perguruan tinggi. Buku ini jadi wawasan baru bagaimana menyampaikan pesan Qur'an dengan realitas Amerika Serikat yang karakteristik masyarakatnya berbeda dengan masyarakat negeri muslim seperti Pakistan dan Indonesia.

Hal yang cukup menarik dan sering disampaikan di beberapa video Nouman Ali adalah "Ring Composition". Misal dalam ayat kursi yang sering dibaca umat islam: jika dibagi menjadi 9 bagian dalam masing-masing kalimat, maka akan terlihat pusat dari ayat ini ada di bagian kelima "يعلم ما بين أيدهم وما خلفهم"
Empat bagian awal dan sesudahnya, terhubung satu sama lain dengan makna yang mendekati satu sama lain. Polanya bagian 1-9, 2-8, 3-7, 4-6, jika dibuat lingkaran maka tercipta ring composition. That's remarkable structure of the Quran. 
Semoga Allah karuniakan keberkahan pada siapa saja yang mengkhidmahkan dirinya untuk memahami-mengajarkan kitabnya. Dan hidup dengannya  sebagai nilai universal yang bisa diterima siapapun.

Tabik,
Semarang, 5 Jan 20
@fahmi.basyaiban

@30haribercerita #30haribercerita #30HBC2005

Saturday, January 4, 2020

TRAVELING WITH WOMEN

 "Kamu ga overwhelmed pergi dengan teman semuanya perempuan?" tanya mb Eva Bachtiar ketika kami berkunjung ke Eco Shop miliknya. "enggak. karena diriku sudah biasa jalan dengan teman dekat perempuan di banyak kesempatan" 
Seperti yang sudah pernah saya bahas IG Stories sebelumnya (silakan cek highlight), saya "teranggap" sedikit orang yang bisa berteman dekat dengan perempuan dalam hubungan pertemanan tanpa pretensi rasa menuju relasi romantis. Karena sudah terbiasa, hal-hal rebek ketika jalan dengan teman wanita itu bisa diminimalisir. Berikut yang perlu diperhatikan sejak awal

1. Ketahui values yang diyakini oleh rekan perjalanan. Dari situ nanti akan bisa diketahui soal batasan yang sebaiknya tidak dibicarakan dan bagian mana yg harus dihormati sejak awal

2. Turunkan ego, selo-lah seselo mungkin, traveling sama perempuan itu kalau nggedein ego hanya akan menyiksa diri sendiri, mereduksi kebahagian, dan membuat stress di jalan

3. Sabar. Kalau melakukan kesalahan kecil, akuilah sebagai sebuah kesalahan karena itu lebih melegakan. Kalau dimarahin sama rekan perjalanan karena melakukan kesalahan kecil, ya terima aja sebagai sebuah hal yang biasa. Memberi tanggapan balik bisa buat keadaan buruk

4. Fleksibel lah soal waktu. Jangan kasih standar waktu terlalu strick. Waktu ke toilet, makan, dan shalat perempuan itu tidak secepat laki-laki. Kalau pakai cara pandang laki soal menggunakan waktu untuk aktivitas di atas, ya sampai kapanpun ga bakal ketemu

5. Diam untuk obrolan mereka yang membicarakan tema spesifik soal dunia perempuan. Kecuali kamu tau & dimintai pendapat

6. Ucapkan terima kasih untuk hal-hal kecil. 
Selebihnya sepakati hal-hal yang menjadi hal krusial selama perjalanan. Jika ada yang perlu diubah tiba-tiba, diskusikan semua kemungkinan yang bisa terjadi, bukan mendikte harus apa dan bagaimana menurut satu orang saja. 
Membuat perjalanan menyenangkan itu bisa dilakukan siapapun, dengan siapapun, asal tujuan didefinisikan bersama, dan ada pandangan yang sama. Kalau ada adu pendapat dan ngegas sedikit, wajar karena isi kepala beberapa orang tidak bisa diseragamkan.

Tabik,
Semarang, 4 Jan 20

@fahmi.basyaiban

#30HBC2004 #30haribercerita @30haribercerita 

ANABUL MENGENALI BUDAKNYA


Sebagai catlovers, bertemu dengan anabul di ruang publik atau di berbagai tempat itu bisa menjadi menyenangkan, sebab para tuan kucing mudah sekali mengenalinya, mendekat, dan sekedar duduk manja minta dielus.

Kejadian ini selalu berulang, baik ketika di stasiun, rumah orang lain ketika bertamu, pinggir jalan, atau tempat umum lainnya.

Bagi pemilik kucing yang tidak notice lawan bicaranya sebagai budak kucing, biasanya berujar, "biasanya si meow itu kabur kalau lihat orang asing lho, mas. Tumben ini dia manut dan mau mendekat sama dirimu". Jawabnya jelas, "para tuan tuan anabul akan mengenali hooman yang jadi servant bagi anabul lain. Dia merasa aman untuk mendekat karena dapat membaui servant yang siap melayani"

Layaknya manusia, kucing juga memiliki perasaan dan entah bagaimana caranya dia bisa membedakan mana strangers yang berbahaya bagi dirinya dan mana strangers yang menjadikannya nyaman dijadikan teman berinteraksi.

Tabik,
Semarang 02 Jan 20

@fahmi.basyaiban 
Gambar: Tito, anabul milik tempat kami menginap di Surabaya beberapa waktu lalu. Tiba-tiba mendekat, masuk kamar, dan menemani sepanjang malam. 
#30haribercerita
#30HBC2002
@30haribercerita  #cat #cats #neko #catlover #catlovers #neko #qith #kucing #tuankucing #budakkucing #catofinstagram #catsofinstagram #instacat #instacats #kitty #koceng #kocheng #angoracat

Friday, January 3, 2020

SELAMAT JALAN USTADZ YUN



Ustadz Yunahar Ilyas termasuk salah satu asatidz di Jogja yang bisa dikatakan diterima oleh banyak organisasi islam dan harakah Islam. Meski berkhidmah secara formal di Persyarikatan Muhamadiyah sampai level pengurus pusat, beliau masih mau dengan berbaik hati menjadi pemateri di kalangan mahasiswa. Pun beliau masih mau mengajar di PP Budimulia lepas subuh atau lepas isya' setiap minggunya.

Ada satu pengalaman menarik saat saya pernah satu majelis dengan beliau. Ketika itu saya bertanya tentang makna ayat 62 di surah al-Baqarah terutama tentang makna as-Shabi'in. Sebelumnya saya sudah mencoba membaca referensi yang bisa saya gapai waktu itu. Intinya saya masih tidak puas dengan keterangan sebatas, as-Shabi'in adalah kaum yang menyembah benda-benda langit. Saya mau tau lebih detil soal kepercayaan ini, asalnya, penyebarannya, hari ini masih ada atau tidak, dan bagaimana sosiologi penganut shabi'i sepanjang kehadiran peradaban agama lainnya.. *sungguh itu udah bisa buat jadi disertasi.

Beliau ketika itu menjawab dengan runut dari awal ayat yang terbagi menjadi sembilan masa'il yang harus dipahami dengan benar. Karena ayat ini sering dipahami dengan tidak benar yang menggiring pada pemahaman "siapun apapun agamanya, asal mempercayai ada Allah. Mereka selamat". Pemahaman yang benar datang dari pemilik otoritas ilmu atau minimal bisa dilacak darimana pemahaman itu didapat. Dan beliau cakap dan runut dalam menjelaskan itu dengan penjelasan yang mudah diterima.

Kembali ke kaum Shabi'in, jawaban ustadz Yun tidak memuaskan saya karena tidak lebih dari apa yang sudah dicoba cari sebelumnya. Beliau tau itu, "saya tau kamu tidak puas dengan keterangan saya. Waktu terlalu pendek untuk menjelaskan sedetail itu. Dan kalau dijelaskan di sini, tidak semua punya kemampuan yang cukup untuk menerimanya" kurang lebih begitu yang saya tangkap.

Tentu saja saya masih penasaran, kemudian sampailah pada Tafsir ath-Thabari yang berhasil memuaskan dahaga saya, siapa sebenarnya yang dimaksud Shabi'i. Setelah saya baca, saya yang bingung sendiri. #haha Satu karena kemampuan bahasa Arab yang terbatas, kedua karena penjelasan imam ath-Thabari yang begitu ensiklopedis menghimpun banyak keterangan. Keterangan pertama menyebut shabi'i sebagai hanya kaum, mereka bukan agama. Keterangan kedua menyebut mereka beriman kepada Allah tapi tidak memiliki ajaran. Keterangan ketiga mereka orang beriman zaman dulu pengikut kitab Zabur. Pun masih dilanjutkan dengan keterangan dari riwayat yang lain.

Pantas saja bahasan seperti ini tidak dibuka di majelis ilmu umum dan kelas mula. Bahasan detil itu cocoknya untuk kelas lanjutan, karena kalau dipaksakan dibahas akan berakhir kelas bubar seketika.

Terimakasih ustadz Yun atas ilmu yang terbagi, anjuran untuk terus mencari tau, serta sikap tawadhu' dan akhlak sebagai seorang pendidik yang mempercai anak didiknya akan terus berkembang. Semoga Allah karuniakan ampunan, rahmat, dan tempatkan engkau di surga Firdaus tertinggi.

اللهم اغفر له وارحمه واسكنه الفردوس الأعلى من الجنة

Tabik,
Semarang, 02 Jan 20
@fahmi.basyaiban

@30haribercerita #30haribercerita #30HBC2003

Photo credit: Abrori Midfielder

Wednesday, January 1, 2020

RANDOM ROAD TRIP





“Traveling, it leaves you speechless and then turns you into a storyteller” – Ibn Batuta-

Demikian kata ibn Batuta, traveling akan membuat orang jadi pendiam kemudian bertransformasi menjadi juru cerita yang ulung. Akan tetapi, yang begitu tidak akan terjadi pada sekelompok orang-orang ambi yang mencoba kabur dari kehidupan rutin-nya dengan melakukan road trip jalur darat menyusuri jalan dari ibu kota sampai ujung timur pulau Madura. “it leaves you speechless” hah? Big no. Sepanjang perjalanan tidak pernah terlewat dari obrolan dan suara berisik.

Perjalanan ini digagas oleh @avinanadhila yang mengajak beberapa orang ambi untuk mau gabung. Hampir saja perjalanan ini batal karena beberapa orang yang tertarik untuk gabung mendadak membatalkan diri. Tersisalah orang-orang selo yang punya waktu libur akhir natal dan akhir tahun yang cukup panjang untuk melakukan trip. Di detik terakhir kak Tri Nugraha membatalkan diri karena ada keluarga yang sakit. Tersisalah makhluk-makhluk ambi teh @sifat2504 @iinms dan @mentarirona yang ikut gabung di dua hari terakhir.
Tujuan perjalanannya kemana? Ngapain? Ga ada tujuan dan ga ada rencana dengan itinerary yang detil, road trip ini sepenuhnya “no plan is the best plan”, hanya ada tujuan secara umum yang bisa diubah kapanpun. Kehidupan kami sudah terlalu ambi, liburan jangan dibuat ambi juga, nanti capek sendiri. #haha

Tempat wisata hanya tujuan sekunder, hal penting dalam perjalanan ini adalah obrolan, diskusi, dan debat yang terjadi di dalam mobil. Mulai dari tema haha hihi sampai tema berat yang membuat suasana menjadi hening-tegang, dan penuh sahutan argument dan luapan emosi. Habis itu ya no hard feeling.

Perjalanan sampai ujung timur pulau Madura, menyebrang ke pulau Gili Labak, mengunjungi berbagai tujuan wisata, landmark kota, silaturahim rekan & kerabat, dan tak lupa destinasi kuliner setiap kota dari setiap kota yang disinggahi. Kota yang berhasil terkunjungi: Semarang, Solo, Surabaya, Sumenep, Bangkalan, Jogja, dan Bandung.

Perjalanan berisik tapi menarik, tapi menjadi tidak asik kalau sedang terlalu berisik. Perjalanan ini tidak direkomendasikan untuk diulang, capek cuy. Capek meladeni semua orang dengan karakter yang sama: ambi, dominan, alpha, dan koleris-sangunis. #ngasihkacakedirisendiri.

Terima kasih untuk semuanya, untuk semua cerita, untuk curhat-curhat blak-blakan sampai terselubung,  dan pengalaman lain selama perjalanan. Juga tak lupa terimakasih untuk rekan-rekan dan keluarga yang sudah mau dikunjungi dan direpotkan oleh rombongan berisik kami.
Selamat kembali ke kehidupan ambi dan produktif di tempat berkarya masing-masing.

Tabik,
Semarang 01/01/20
@fahmi.basyaiban