Thursday, June 6, 2013

Mengharap Sempurnanya Cahaya

Karena setiap jiwa mempunyai kecenderungan ingin dekat dengan tuhannya.
namun karena sebagai makhluk, tak sangguplah kita melihat sang Khaliq
seperti Musa yang tak sanggup melihat nur Rabbnya di bukit Thursina
namun kita sebagai makhluk punya kecenderungan ingin dekat dengan Allah
kita merasa nyaman untuk selalu merasa dekat dengan tuhan.
Seorang Darwis bisa begitu nikmat dengan putaran zikirnya
seperti berputarnya bulan terhadap bumi dengan cahaya meneduhkan
dengan zikir kita bsa merasa dekat dengan Allah
dengan zikir kita bsa merasa nyaman
dengan zikir kita bisa menikmati keteduhan
dengan zikir kita bisa menikmati nikmatnya rindu dengan Allah
maka puncak kerinduan dari seorang hamba adalah bertemu dengan tuhannya
cahaya yang Allah titipkan dalam setiap hati manusia rindu dengan cahaya di atas cahaya
cahaya itulah yang membimbing hatinya
cahaya itulah yang menuntunnya saat gelap
cahaya itulah yang membawanya untuk meyakini cahaya lain
cahaya yang juga berasal dari Allah berupa Diin
karena berasal dari asal yang sama, cahaya itupun saling mencari
hingga sempurnalah cahaya dalam setiap hati manusia.
Ya rabbi sempurnakanlah cahaya kami, seperti engkau menyempurnakan cahaya di dada Muhammad.
Rabbana atmimlana nurana, waghfirlana, innaka 'ala kulli syai'in qadir


_____________
27 Rajab
Refleksi Isra' Mi'raj

0 komentar:

Post a Comment