Sunday, March 1, 2020

MBUH PIYE CARANE


Penyeberangan antar pulau di wilayah timur itu dipenuhi hal-hal yang tak terbayangkan oleh manusia yang hidup di realitas Jawa hari ini. Motor yang "tercantol" sedemikian rupa di bagian belakang bus adalah hal yang lumrah di sini. Keterbatasan angkutan ekspedisi khusus barang melahirkan kreativitas memanfaatkan apa yang ada di depan mata. Prinsip "mbuh piye carane" memang selalu menemukan solusi terbaik dan tercepat.

Dalam perkara yang lain, "mbuh piye carane" ini seperti yang dibahas dalam buku "the medici effect", buku awal yang dulu pernah disarankan mentor menulis untuk dihabiskan. Titik temu antar bagian (intersection) yang melahirkan ide, kreativitas, dan penemuan baru. "cantolan" motor di belakang truk bisa jadi tercetus karena bertemunya keahlian menyimpulkan tali dan memanfaatkan tangga akses yang biasanya ada di bagian belakang bus. Sungguh solusi itu bisa datang dari hal paling dekat, kalau mau memutar otak lebih keras dari biasanya.. 🤣

Kaizen, continuous improvement, dan perubahan besar sejatinya lahir dari perubahan kecil. Perubahan kecil lahir dari terlihatnya hubungan antara satu hal dengan yang lain, terlihatnya irisan antar bidang terlahir dari cara berpikir yang tak membatasi pembelajaran dengan sekat ilmu yang tebal.

Belajar itu hanya boleh berhenti setelah tubuh dimasukkan ke dalam liang lahat.

Tabik,
Semarang, 19 Jan 20
@fahmi.basyaiban

0 komentar:

Post a Comment