Friday, July 27, 2018

AROMA KARSA

"Asmara, tidak bisa dipahami, cuma bisa dirasakan akibatnya" Mari bahas novel yang seperti di gambar. Saya beli dua minggu yang lalu ketika mampir ke toko buku. Novel ini cukup tebal: 696 halaman, tapi dengan bahasa yang ringan dan cerita yang menarik itu hanya butuh beberapa kali duduk saja semuanya bisa habis dibaca.

Awal baca novel ini, saya baca bagian halaman terima kasihnya. Dari halaman terimakasih ini, kelihatan bahwa mb @DeeLestari menulis novel ini didahului dengan sebuah riset yang ga pendek. Sesuatu yang luar biasa karena yang bersangkutan harus sampai belajar beneran tentang fragrances biar bisa menggambarkan dalam bentuk tertulis secara tepat dan terukur. Dan itu semua berakhir dengan tulisan yang berkualitas... Nice job mb Dee.. Novel ini membahas banyak tentang aroma, sesuatu yang jarang diangkat oleh penulis lain di indonesia. Kebanyakan penulis lebih mudah menulis dan mendeskripsikan sesuatu yang bersifat visual, kalau tentang aroma itu akan membutuhkan pendekatan yang berbeda. Di sinilah mb Dee Lestari menunjukkan kelasnya sebagai penulis.

Novel ini becerita tentang Jati Wesi yang tinggal di dekat TPA Bantar Gebang, dia mempunyai kemampuan membaui setiap aroma dengan tepat dengan sensitivitas yang luar biasa, bahkan bisa membaui aroma atsiri dari tumbuhan yang menguat sesaat sebelum hujan atau badai akan datang. Dengan kemampuannya ini dia bekerja di sebuah toko parfum di kawasan bantar gebang, serta melakukan 3 pekerjaan lain di waktu yang berbeda. Dia bisa membuat aroma parfum mahal hanya berdasarkan aroma yang dia hirup, kemudian memformulasikannya ulang, menduplikasinya ulang dengan bibit parfum yang dia miliki secara tepat. #aromakarsa

Hal yang menarik dimulai ketika dia terlibat dalam sebuah proyek ambisius dari Raras Prayagung -pemilik Kemara, perusahaan kosmetik paling besar di Indonesia-untuk mencari sebuah bunga legendaris: Puspa Karsa yang memiliki kekuatan bisa mengendalikan kehendak orang lain. Project pencarian ini tidak main main, yang terlibat ada arkeolog, ahli tanaman, tentara, dan tentu saja Jati yang bisa melacak bunga yang tidak bisa dibaui oleh hidung orang biasa. Project pencarian Puspa Karsa ini mengantarkannya pada sesuatu hal yang ingin diketahuinya, tentang latar belakang hidupnya dan dari mana dia berasal. 
Cerita makin berkembang dengan konflik antara Jati dan Suma, anak wanita pemilik Kemara. Tapi konflik ini berakhir dengan keduanya saling menyukai satu sama lain. Tapi ceritanya ga senorak FTV Indonesia, alur cerita yang dibuat elegan, mature, dan ga picisan. "Asmara, tidak bisa dipahami, cuma bisa dirasakan akibatnya" kalimat ini menggambarkan sisi drama dalam novel ini.

Bagian akhir novel ini ditutup dengan sesuatu hal yang mengungkapkan masa lalu dan latar belakang Raras Prayagung, Tanaya Suma, Jati Wesi, dan Ekspedisi pencarian Puspa Karsa. Sesuatu yang berhubungan satu sama lain, behubungan dengan sesuatu yang metafisik, dan legenda yang sedikit saja tertulis dalam catatan sejarah.

Secara keseluruhan novel ini bagus, mirip dengan novelet Madre yang berhasil menghadirkan cara pandang baru dan pengetahuan tentang sesuatu yang tidak bisa dilihat orang tentang seni dalam dunia bakery. Dalam Aroma Karsa, yang hadir adalah sisi dunia aroma, dunia peracik parfum, bagaimana aroma bisa mempengaruhi emosi seseorang, serta kompleksnya ilmu tentang fragrances seperti musik.

Direkomendasikan untuk jadi bacaan ringan nan "receh" di tengah penat kerja atau bacaan berat yang tiap hari datang.

Semarang, 20052018

@fahmi.basyaiban

1 comment: